Uncategorized

I was stalking over somebody’s IG account and found that she was just got married. Then I saw some of her friends comment on her photos: “eh ini beneran lo? Cantik banget. Ini pasti foto orang ya?” “Cantik, tapi kok masih gemuk? Diet dong, kan mau nikah.” “Ini udah H minus sekian (nikah) kok masih gemuk?”
And other kind of comments yang intinya lo-cantik-tapi-ada-aja-kurangnya.

I mean, come on people. Apa susahnya siy giving sincere compliments? Apa susahnya bilang orang lain cantik/ganteng titik nggak pakai tapi? Apa susahnya lihat orang lain senang? Ketika hidup kita lagi senang, we expect people to respect our happiness too, don’t we? Why don’t we do the same upon others’ happiness?

Just because you’re at a low point in your life and your friends are at their high, doesn’t mean you are eligible to drag them to low point by giving negative comments. Here’s another clue: imagine if you’re at a high point and somebody tries to drag you down, would you be happy with their action?

View on Path

Advertisements
Uncategorized

Couple days ago I saw on Ify Alyssa’s instastory about Gojek scam, which she got a verification code from Gojek then a person rang her asking for the code. She gave it and after that her gopay balance got reduced.
This morning I was driving when suddenly a text from Gojek came, stated a verification code. Few seconds later unknown number rang me and asked about the code. Since I already knew this mode, I play stupid with the caller, told him I got no message. Si penipu ini lumayan gigih, dia bilang dia harus kirim barang lah, kalau nggak nanti ordernya di cancel padahal dia udah setengah jalan, jual derita ina ini itu and so on and so on. Btw, code itu cuma berlaku sekian menit, so if you happened to experience this scam, please enjoy talking as long as you can for the sake of ngerjain balik si penipu 😛
I ended the phone call by saying thank you for trying, and please stop doing so. Sebentar lagi lebaran dan dia masih aja nipu orang. Nggak takut besok pagi dijemput sama jibril? 😁 The guy said some harsh words that I didn’t care, I pressed end button, and continued driving like nothing happened.
And I’d like to say good job Gojek, so much for customer security 👏đŸģ☚ī¸

Thanks for reading this. Hava good Wednesday, good people 😊

View on Path

Uncategorized

Watching Cek Toko Sebelah

Basi? Iya, biarin. Gw udah spending hours ngeliat potongannya di youtube, yaudahlah jabanin aja nonton filmnya sekalian.
Bagian paling kena di film ini adalah ketika bapak dan anak sulungnya pelukan di makam si ibu.. aku paling nggak bisa liat bapak-anak cina pelukan sambil mewek.. đŸ˜ĸ

Makasi Arum yg udah nemenin. Makasi Tania yg udah rekomen dan nanya, “Mbak kok lo nggak balik? Katanya mo nonton Cek Tokopedia?”

Watching Cek Toko Sebelah

View on Path

Uncategorized

#pasarilmu

#pasarilmu

Hari ini Dattabot kedatangan tamu dari Serrum dan Sekolah 244×122. Kita dibagi jadi dua grup dan setiap orang harus mengajar orang di grup lain tentang apa aja. Inti activity ini adalah lo bisa belajar apa pun, dan lo bisa menambah pengetahuan orang lain cuma dengan berbagi apa yg lo tau/bisa.
Gw tadi diajarin temen gw cara rooting/jailbreak handphone. Sebaliknya, gw ngajarin temen gw………..cara masak indomie kuah pake susu sama rawit. *hammer* 😆 – at Dattabot Dojo

View on Path

Uncategorized

One Fine Day at Brighton Beach

Orang ke Brighton Beach mah nemu bathing boxes warna warni lucu2, gw ketemu..bule mabok. Gw lagi angkat kamera mau foto bathing boxes eh tetiba mereka lompat ke depan muka gw sambil ngoceh, “please please take our picture too!” trus mereka langsung pasang kuda2 bergaya.
Ealah mas mbak kobam tenan 😑

Ada lagi cerita bule ajaib lain yg gw temui, tapi itu lain waktu aja ya. Selamat malam, selamat tidur semuaa~ – at Brighton Beach

View on Path

Uncategorized

Friend(ly) Talk

Tema obrolan saya dengan seorang sahabat hari ini: do not compare.

Sahabat saya ini hobinya jalan2 keliling dunia, setaun ada kali dia 3x pergi travelling. Apalagi dia habis putus, ya makin gencar lah dia berkelana. Waktu saya bilang saya iri dengan keasyikannya ini, dia jawab “ya tapi kan lo sering jalan dibayarin kantor, gw nggak. Gw jalan jg bukan berarti kebanyakan duit. Lo kan juga nggak jalan2 bukan karena nggak ada duit, tapi karena duit lo dipake untuk beli rumah. Nggak bisa dibandingin karena beda.”

Ya, kita individu yg berbeda. Kita tidak melakukan gerak dan pikir yg sama di waktu dan ruang yg sama. Otomatis pilihan hidup, preferensi, dan segala yg terjadi di hidup kita berbeda. Tapi semua sama baiknya. Sesuai kebutuhan masing-masing. Dan jadi pelengkap kisah kita, satu sama lain.

Terima kasih untuk hari ini ya. – with Hiralalitya