Happy Moment · Personal Thoughts

A Bowl of Memories

Dulu jaman masih mahasiswa, gw suka banget makan di pasar beringharjo, makan cap jae (cap cay jawa, yaitu sejenis masakan ditumis berisi wortel, kol, potongan daging ayam dan adonan tepung digoreng lalu dipotong kecil2, rasanya enak deh pokoknya) atau bakmi jawa atau soto daging, minumnya es jeruk atau es cincau. Kalau mau lebih rame lagi ada es campur, yaitu es cincau dikasi cendol, sirupnya ditambah santan. Lapak cap jae ini sebelahan sama lapak soto+cincau.

Dulu es cincau harganya cuma 2000 (tahun 2009) sekarang jadi 3000. 6 tahun cuma naik 1000. Kalo kata temen gw, Yogya adalah kota yang tidak mengenal inflasi. Baru sekarang gw sadar, iya juga ya. Udah gitu pas gw bayar pake 5000, gw minta nggak dikembaliin, ibu yg jual senyum sambil bilang “ya mesti kembali tho mbak.”
Dan bapak penjual cap jae favorit gw udah almarhum, lapaknya dibeli sama ibu jual soto. 

Buat gw, ini Yogya yg sebenarnya. Bukan Amplaz, Embassy, XXI Jl. Solo (walaupun dulu sering ke sana juga :P). Call me low, tapi steak mahal di Jakarta buat gw nggak lebih enak daripada soto daging di pasar beringharjo, plus es cincau 3rebu perak. 🙂
Siang itu gw makan dengan perasaan campur aduk. Antara suka cita menyambut rasa yang sudah lama tidak gw cicipi, sekaligus sedih karena kehilangan tukang cap jae (may God bless your resting soul), dan terharu sama ibu jual soto yang nggak mau dikasi kembalian (kalo di jakarta mah tukang jualan malah seneng kalo nggak harus kembali). Yogya, kamu memang istimewa. – with Bernadust Bayu at Pasar Beringharjo

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s