Uncategorized

Display Picture Analysis

last night I was working on my finance assignment when suddenly I got stuck on a problem. Secara gw bukan orang akuntansi, mencoba menganalisa balance sheet untuk gw yg awam sama sheet2 keuangan gitu yaa..susah. So I dropped a phone call to my dearest buddy, sebut saja namanya Reza *emang namanya Reza* *gagal anonim*. Reza ini dulu kuliahnya finance mangement, kerjanya pun jadi investment banker, so yeah balance sheet, income sheet dll adalah keahlian dia.

Singkat cerita, setelah berguru mengenai financial statement ini, we started to talk about personal life (read: gw menanyakan mengenai pacar baru Reza) karena bocah ini cerita dulu lagi pedekate sama perempuan tapi pas gw tau dia pacaran, bukan perempuan yg diceritakan itu yg dia pacari). Up to the moment of this conversation:

Me: so you’re kind of guy yg kalo pacaran pasang foto berdua as display picture ya

Reza: haha emang kenapa?

Me: nothing, tapi I thought yg suka pasang dp berdua itu biasanya cewek siy. Kalo cowok yg pasang, biasanya berarti:

1. Disuruh

2. Mau manas2in cewek lain

3. Udah lama nggak pacaran, jadi mau pamer gitu *fyi Reza emang baru punya pacar setelah hampir 3 taun jomblo, he is soooo picky*

Reza: disuruuuh

Me: I’m right! Then again, kalo disuruh pacar lo, bisa jadi pacar lo takut kehilangan lo, jadi sengaja nyuru pasang dp berdua like, ‘I’m his girl, he’s taken’

Reza: njiirr analisa lo bener lagi. Kok jago sih lo?

Then he told me the story about how his gf feels insecure about another woman yg waktu itu mendadak agresif begitu tahu Reza pacaran sama dia.

Lucu ya. Gw sama Reza udah lama banget nggak ngobrol. We both being busy with our own life. Tapi display picture dia cukup untuk ngasi gw aneka informasi tentang pacar barunya. 

Enggak, gw bukan cenayang. Kebetulan gw orangnya suka banget meng observasi segala sesuatu. Mencoba memahami apa yg tersebunyi di balik apa yg terlihat. Sayangnya, kemampuan gw ini baru sebatas observasi dalam hal percintaan. I wish I could be a better observer in bigger occasion, misalnya kemampuan untuk mengamati harga saham trus tahu saham mana yg harganya naik besok pagi gitu. Kayaknya untuk hal ini Reza lebih jago daripada gw siy secara itu kerjaan dia.

Which I started to wonder, jangan2 memang harusnya gw lanjut kuliah psikologi lagi instead of ekonomi? Ini baru kelas matrikulasi but I am struggling already with teori produksi, konsumsi, amd don’t forget that financial statement. Gw suka ilmu ekonomi, tapi otak gw kayaknya sulit banget mencerna materi kuliah gw dengan baik dan benar. Sedangkan psikologi, hmm kayaknya otak gw lebih gampang mencernanya, tapi honestly gw nggak suka2 banget. Something is (probably) wrong and I wonder what it is..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s